Aku punya sepatu yang terbuat dari kulit bumi.

Solnya tinggi, mampu melewati bukit.

Ini bukan sepatu biasa, karena dia tak butuh disikat dan disemir.

Warnanya indah, gradasi rumput, tanah, langit, dan air yang mengalir.


Aku suka talinya, dari akar yang saling menjerat.

Bagai mengikat sumpah agar bumi tak terbelah angin.

Setiap langkah sepatu ini membawa warisan, bukan sekedar kaki.


Sepatu ini bukan sepatu pelari.

Yang melesat cepat tanpa peduli.

Sepatu ini membawaku berjalan di lereng sunyi.

Meresapi rintik embun dan aroma rumput dipagi hari.


Jika sepatu ini kotor, dia tak butuh dicuci.

Cukup biarkan dia basah diguyur embun dan hujan malam hari.

Dan jika sepatu ini rusak, dia tak perlu diganti.

Biarkan dia beristirahat di gua hingga batu mengembalikannya seperti semula lagi.


Aku ikat tali sepatu ini.

Ku melangkah dan ku lindungi jejaknya.

Membiarkan langkahnya menjadi petunjuk arah.

Agar langkah selanjutnya tak kehilangan arah.