Amorphophallus namanya, duduk di bilik remang sambil dipuja

Dia tersenyum, mengalirkan madu yang  manis menggoda

Kau cium baunya, harum, memerangkap jiwa

Oh.. wahai bunga kotor yang menarik lalat kota


Bau busuknya adalah dosa yang tercium dari neraka

Padahal, dia hanya berlindung dari lapar serigala

Ia mekar, indah, agung, bukan sebagai dewa 

Tapi untuk hidup dari lendir yang hina


Dia menari, menyebarkan ekstasi

Menarik sewa dari setiap bagian yang engkau kasihi

Kecupannya adalah harga yang dibayar, sentuhannya jadi tawar menawar

Bukan hasrat, tapi logika yang membuatnya tegar


Dialah predator malam hari

Bau busuknya menari, membentengi dirinya agar engkau tak mengambil sisa sisa kewarasan yang mengiris hati.