Hai guys, balik lagi di sini!
Gue Joel, kebetulan yang punya blog ini minta gue buat ngisi. Jadi karena dia mintanya dadakan, gue mau ngisi seadanya aja.
Sekarang kebetulan gue kepikiran hal yang deket banget sama kita semua sebagai pelaku pendidikan, kepintaran.
Menurut lo, apa sih sebenernya “pintar” itu?
Menurut gue, pintar itu luas banget. Nggak cuma soal nilai bagus atau ranking tinggi di sekolah. Tapi lucunya, banyak orang masih nganggep itu satu-satunya ukuran buat menilai seseorang pintar atau nggak.
Jujur, gue agak sedih sama pandangan itu.
Soalnya, orang yang nggak menonjol di akademik sering ngerasa nggak berguna, padahal bisa jadi bakat mereka ada di hal lain. Misalnya kayak masak, ngobrol, ngatur orang, atau hal-hal praktis yang nggak diukur lewat ujian. Tapi begitu mereka gagal di pelajaran, langsung aja dikasih label “gagal.”
Padahal, kita nggak pernah tahu gimana usaha mereka, cara mereka belajar, atau seberapa keras mereka berjuang.
Dampaknya jelas kelihatan.
Mereka bisa ngerasa semua usaha sia-sia, kehilangan arah, bahkan kehilangan jati diri. Dan butuh waktu lama buat nemuin lagi kepercayaan diri itu.
Makanya, gue mulai muak sama pola pikir kayak gitu. Daripada sibuk ngasih label dan nyamain semua orang sama standar kita sendiri, kenapa nggak kita belajar buat ngasih ruang, ngasih apresiasi, dan berhenti ngehakimi?
Intinya, pintar itu nggak tunggal.
Pintar itu bentuknya banyak, dan nggak semuanya bisa diukur sama angka atau rapor. Jadi, daripada ngerendahin orang, mending kita bantu mereka berkembang dengan cara mereka sendiri.
Tertanda,
Joel

0 Komentar